/data/photo/2018/08/10/1040472925.jpg)
JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menilai, saat ini tengah terjadi upaya untuk memanipulasi demokrasi.
Prabowo mengatakan, ada pihak-pihak yang memiliki uang dan berupaya untuk menyuap seluruh lapisan masyarakat. Dari mulai partai politik hingga para pejabat.
Sementara uang yang digunakan untuk menyuap itu, kata dia, berasal dari praktik korupsi.
"Ada upaya, menurut saya, upaya besar untuk memanipulasi demokrasi di Indonesia. Dengan uang yang besar, uang yang didapat dari praktik yang tidak benar, kasarnya uang yang mereka dapat dari mencuri uang rakyat Indonesia," ujar Prabowo saat berpidato pada acara peringatan Hari Disabilitas Internasional, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/12/2018).
"Dengan uang itu mereka mau menyogok semua lapisan bangsa Indonesia. Partai politik semua dibeli. pejabat-pejabat dibeli. Rakyat mau dibohongi," ucapnya.
Baca juga: Prabowo Sebut Banyak Media Jadi Bagian Upaya Manipulasi Demokrasi
Kondisi ini, lanjut Prabowo, diperparah dengan banyaknya media massa yang ingin mencuci otak masyarakat dengan memberitakan kebobongan.
"Rakyat mau dicuci otaknya dengan pers yang terus terang saja banyak bohongnya daripada benarnya," kata dia.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengkritik banyaknya media massa yang tidak memberitakan acara Reuni 212 yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Minggu (2/12/2018) lalu.
Baca juga: 5 Fakta Aksi Reuni 212, Prabowo Tak Bicara Politik hingga Nama Gus Sholah Dicatut
Ia juga mempersoalkan pemberitaan yang menyebut jumlah peserta Reuni 212 hanya mencapai sekitar 15 ribu orang. Padahal, menurut Prabowo, peserta yang hadir mencapai 11 juta orang.
"Tiap hari ada kira-kira 5 sampai 8 koran yang datang ke tempat saya. Saya mau melihat bohong apalagi nih. Saya hanya mau lihat itu. Kebohongan apalagi yang mereka cetak," kata dia.
"Dan puncaknya adalah kemarin hari minggu. Mereka menelanjangi diri mereka di hadapan rakyat Indonesia. Ada belasan juta mereka tidak mau melaporkan," ucapnya.
Kemudian nada bicara Prabowo sempat meninggi. Ia mengatakan, para wartawan di media massa yang tidak memberitakan ada 11 juta orang saat reuni tersebut tak berhak menyandang predikat sebagai jurnalis.
"Saya tidak mengakui Anda sebagai jurnalis. Saya sarankan kalian tidak usah hormat sama mereka lagi. Mereka hanya anteknya orang yang ingin hancurkan Republik Indonesia," kata Prabowo.
https://nasional.kompas.com/read/2018/12/05/15193531/menurut-prabowo-saat-ini-banyak-media-massa-beritakan-kebohonganhttps://desimpul.blogspot.com/2018/12/menurut-prabowo-saat-ini-banyak-media.html
No comments:
Post a Comment