Pages

Sunday, June 9, 2019

Bekas Ketua KPK Malaysia Kirim Surat ke PM Mahathir - Tempo.co

TEMPO.COKuala Lumpur -- Bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia atau MACC, Mohd Shukri, mengatakan telah mengirimkan rekomendasi tokoh yang layak menggantikan dirinya kepada Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.

Baca juga: Mahathir Tanggapi Anwar Ibrahim Soal Ketua KPK Malaysia

Shukri merekomendasikan bekas Direktorat Jenderal Imigrasi, Mustafar Ali. Dia telah merekomendasikan Mustafar untuk posisi ini saat bertemu Mahathir pada 14 Mei 2018.

“Saat saya bertemu PM, hati saya mengatakan saya tidak ingin bekerja lagi (sebagai ketua KPK) karena semua hal menyakitkan yang saya alami sebelumnya dan saya ingin menyarankan Mustafar Ali sebagai ketua MACC,” kata dia seperti dilansir New Straits Times pada Sabtu, 8 Juni 2019.

Baca juga: Anwar Ibrahim Minta Mahathir Klarifikasi Soal Ketua KPK Malaysia

Shukri mengatakan,”Tapi saat saya bertemu dengan PM, hal pertama yang dikatakannya adalah ,’Anda akan mulai bekerja besok’.”

Menurut Shukri, dia tidak bisa berkata apa-apa setelah Mahathir memerintahnya untuk kembali mengetuai MACC.

Dia juga menanggapi isu bahwa pengunduran dirinya akibat ada tekanan. Menurut dia, isu itu tidak benar karena dia telah memutuskan sejak 2018 bahwa dia hanya akan bekerja sebagai ketua KPK selama setahun saja.

Shukri sempat menjadi ketua KPK pada masa pemerintahan PM Najib Razak. Namun, dia mengundurkan diri karena upayanya mengusut kasus skandal 1Malaysia Development Berhad atau skandal 1MDB, yang diduga melibatkan Najib, dihalangi.

Baca juga: Ini Klarifikasi Wan Azizah Soal Anwar Ibrahim Gantikan Mahathir

Seperti dilansir Malaysia Kini, Shukri kembali memimpin KPK Malaysia setelah Mahathir dan koalisi partai pendukung Pakatan Harapan memenangkan pemilu Malaysia pada Mei 2018.

Dia lalu mengusut kembali kasus skandal 1MDB, yang merugikan negara senilai puluhan triliun rupiah. Dia menetapkan Najib Razak dan istrinya Siti Rosmah sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupi besar ini. Investigasi kasus ini melibatkan otoritas hukum dari enam negara termasuk Singapura dan AS.

“Saat itu saya mengatakan kepada PM bahwa saya akan fokus pada dua isu yaitu pertama soal 1MDB dan SRC International, dan kedua memperbaiki citra MACC,” kata dia. SRC International merupakan entitas yang pernah menjadi anak perusahaan 1MDB.

Baca juga: Aset Anwar Ibrahim Senilai Rp 37 Miliar, Mahathir Rp 112 Miliar

“Saya menetapkan waktu kerja selama setahun karena saya meyakini bisa menyelesaikan penyelidikan kedua kasus itu dalam enam bulan hingga setahun, yang memang telah berhasil dilakukan,” kata dia.

Mengenai penunjukan Latheefa Beebi Koya, Shukri mengatakan telah mengirimkan dua nama pejabat internal MACC untuk menggantikan posisinya. Mengenai ini, kata dia, PM Mahathir tidak memberikan tanggapan.

Let's block ads! (Why?)

https://dunia.tempo.co/read/1213069/bekas-ketua-kpk-malaysia-kirim-surat-ke-pm-mahathirhttps://desimpul.blogspot.com/2019/06/bekas-ketua-kpk-malaysia-kirim-surat-ke.html

China warns tech giants after US Huawei ban - Arab News

WASHINGTON: The Chinese government convened top tech companies this week and warned them of consequences if they cut off technology sales to the country, US media reported on Saturday.
The meeting followed US President Donald Trump’s move last month to blacklist Chinese tech giant Huawei over national security concerns, threatening the firm’s global ambitions and ramping up the months-long trade battle between the two countries.
Earlier this week, the Chinese government summoned executives from American firms Dell and Microsoft and South Korea’s Samsung, among others, to warn them that any moves to ramp down their businesses in China may lead to retaliation, The New York Times reported.
American companies were told “that the Trump administration’s move to cut off Chinese companies from American technology had disrupted the global supply chain, adding that companies that followed the policy could face permanent consequences,” the newspaper reported.
Companies based outside the United States were told that as long as they maintained business as usual, they wouldn’t be punished, the newspaper reported.
Last Friday, Facebook announced it would cut Huwaei off from its popular social networking app to comply with the US sanctions, further isolating the company that has become the world’s second-largest smartphone vendor.
Google made a similar announcement in May.
Washington and Beijing resumed their trade battle last month when negotiations in the US ended without a deal and US President Donald Trump raised tariffs on $200 billion in Chinese goods.
Beijing retaliated with its own tariff hike on billions of dollars worth of US goods.
The US move to cut Huawei off from American hardware came next, but was delayed by 90 days to prevent economic disruptions.

Let's block ads! (Why?)


http://www.arabnews.com/node/1508236/business-economy

2019-06-09 03:04:00Z
52780310511173https://desimpul.blogspot.com/2019/06/china-warns-tech-giants-after-us-huawei.html