Pages

Thursday, January 3, 2019

Jepret Foto Instagrmable Kamu di 5 Spot Foto Hits Bukit Pantai Jumiang Pamekasan - Tribun Jatim

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Destinasi wisata kini tak sekedar menjadi lokasi relaksasi untuk pengunjung yang ingin bebas sejenak dari aktifitas sehari-hari.

Banyak orang yang kini berburu lokasi wisata menarik, khusus untuk berfoto ria.

Terlebih lagi, maraknya media sosial yang mengedepankan karya-karya fotografi, netizen pun rela berburu tempat menarik untuk foto, agar bisa dapat banyak like.

Hal ini pula yang dimanfaatkan oleh sejumlah pengurus destinasi wisata, tak ketinggalan Bukit Pantai Jemuang Pamekasan.

(Mengaku Punya Proyek di Gresik, Pria di Surabaya Gondol Uang Rp 36 Juta Milik Teman Sekolahnya)

(Avanza 2019 Dikenalkan di Surabaya, Intip Bocoran Tampang dan Harganya yang Mulai Rp 190 Juta)

Pantai Bukit Jumiang memiliki keindahan yang sangat menakjubkan, pasirnya yang putih bersih, asri, dan masih sepi pengunjung.

Lokasi tersebut menyediakan berbagai spot foto kerem  nan Instagramable buat kamu yang hobi foto-foto.

Uniknya beberapa spot yang keren dan instagramable tersebut membuat kamu tampak tak seperti berada di Indonesia lho.

Ini 5 spot instagramable Pantai Bukit Jumiang, Pamekasan Madura, rekomendasi Tribunmadura.com.

1. Ayunan Pinggir Bukit

Ayunan Pinggir Bukit Pantai Jumiang Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
Ayunan Pinggir Bukit Pantai Jumiang Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. (Istimewa)

Buat kamu penggemar foto tapi bosan dengan spot yang itu - itu saja, kamu bisa coba berfoto di ayunan sederhana dengan background pantai nan indah.

Let's block ads! (Why?)

http://jatim.tribunnews.com/2019/01/03/jepret-foto-instagrmable-kamu-di-5-spot-foto-hits-bukit-pantai-jumiang-pamekasanhttps://desimpul.blogspot.com/2019/01/jepret-foto-instagrmable-kamu-di-5-spot.html

Tolak Hasil Pemilu, Oposisi Bangladesh Boikot Pelantikan Parlemen - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota parlemen dari pihak oposisi melakukan aksi boikot saat upacara pelantikan sebagai aksi penolakan hasil pemilihan umum yang kembali memenangkan Perdana Menteri Sheikh Hashina untuk ketiga kalinya.

Pihak oposisi menilai pemilihan umum yang berlangsung pada Minggu, 30 Desember lalu itu diwarnai dengan serangkaian praktik kecurangan.

Di antaranya tudingan intimidasi pemilih dan pengisian surat suara. Pemilihan umum juga diwarnai sejumlah aksi kekerasan yang menewaskan setidaknya 17 orang.

Tuduhan tersebut dibantah oleh Perdana Menteri Hashina dan Partai Liga Awani yang ia pimpin. Adapun aliansi pemerintah pimpinannya berhasil kemenangan dengan lebih dari 90% suara.

"Mengapa kami harus mengucapkan sumpah ketika kami menolak pemilihan ini?" kata Mirza Fakhrul Islam, sekretaris jenderal oposisi utama Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), dilansir Reuters, Kamis (3/1/2019).

Islam adalah satu dari tujuh anggota oposisi yang memperoleh kursi di parlemen. Sebagai tindak lanjut boikot, mereka mengajukan pelaksanaan pemilihan ulang kembali kendati sebelumnya permintaan tersebut telah ditolak oleh Komisi Pemilihan.

"Masing-masing dan setiap kandidat kami akan mengajukan kasus dengan pengadilan pemilihan di kursi mereka masing-masing menolak hasil dan membawa tuduhan penipuan suara," kata Islam.

Dugaan pelanggaran dalam pemilihan umum Bangladesh dan kekerasan yang terjadi menuai kecaman dari sejumlah pihak internasional, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Human Rights Watch (HRW) yang bermarkas di New York mengungkapkan pelanggaran pada pemilihan umum Bangladesh ditandai dengan kekerasan dan intimidasi terhadap pihak oposisi menjelang pemungutan suara.

Selain itu, HRW juga memperoleh temuan penyalahgunaan undang-undang yang justru digunakan untuk membatasi kebebasan berbicara. Mereka kemudian menyerukan penyelidikan independen dan tak memihak terhadap dugaan pelanggaran pemilu.

“Laporan mengenai surat suara yang terisi, intimidasi pemilih, dan kontrol partai berkuasa atas lokasi pemungutan suara pada hari pemilihan harus ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh komisi independe,” kata Brad Adams, direktur Asia HRW.

Sumber : Reuters

Let's block ads! (Why?)

https://kabar24.bisnis.com/read/20190103/19/875258/tolak-hasil-pemilu-oposisi-bangladesh-boikot-pelantikan-parlemenhttps://desimpul.blogspot.com/2019/01/tolak-hasil-pemilu-oposisi-bangladesh.html